18 maret 2011 jadi hari bersejarah untuk melukis impian yang baru. Terbayang semua kerja yang sudah dilakukan untuk “menjemputnya” di balik jedela kecil pesawat Singapore Airlines. Bismillah. Langkah baru untuk dakwah. Aku sempatkan membuka semua pesan dalam inbox telepon selularku. Pesan-pesan berharga yang akan jadi penguat dan penawar rinduku pada tanah air. Rasanya hatiku menghangat. Terimakasih Ya Allah, semoga aku termasuk ke dalam orang-orang yang selalu bersyukur.
Bismillah, sapuan kuas yang baru di lukiskan. Kami satu delegasi yang terdiri dari 18 orang memulai perjalanan ini menuju Singapura. Pesawat ini sangat nyaman dan pesawat penumpang paling baik yang pernah saya lihat. Memulai dua jam perjalanan dengan Singapore airlines. Pelayanan dan fasilitas yang baik dari maskapai penerbangan ini. Makanan yang di suguhkan masih bernuansa asia. Enak dan berbumbu. Yummy...
Akhirnya kami tiba di bandara. Sungguh luar biasa negara modern. Changi airport sangat luar biasa di mataku. Begitulah negara modern, mereka telah sanggup untuk melayani rakyatnya kemudian melayani rakyat negeri orang lain dengan pelayanan kelas satu. Changi airport memiliki 3 terminal yang sangat khas. Setiap terminal memiliki ciri khas pelayanannya tersendiri. Kami tiba di terminal satu Changi airport. Terminal yang sangat luas dan banyak kebun-kebun asli di dalamnya terutama kebun anggrek. Aku pikir itu hanya tiruan, waaw, ternyata itu asli. Luar biasa. Sangat cantik dan terawat. Mereka memiliki koleksi pepohonan tertentu yang sulit di temui di dalam airport. Satu yang agak menarik perhatian untuk dicoba adalah tap water. Air siap minum langsung dari keran. Kami sangat tertarik dan mencobanya satu persatu bergantian. Hmm..rasanya memang seperti air keran, semoga itu tidak mengandung banyak kaporit seperti yang kami tau. “Tapi jangan terlalu terpesona dulu” kata bunda Wiati, Chaperon kami, “Kalian harus mengunjungi terminal 3, itu lebih luar biasa”. Hmmm,..seperti ini saja sudah luar biasa untukku. Segera kami semua sangat tertarik untuk mengunjungi terminal tiga. Kami diantar kesana dengan Sky train. Kereta monorail yang mengitari Changi airport sebagai alat transportasi internal bandara. Selama didalam Sky train kami di suguhkan sedikit cerminan betapa modernnya Singapura. Semua orang sangat tertarik untuk mengabadikan moment itu dalam kameranya masing-masing.
Tak lama kami sampai di terminal tiga. Memang tidak salah kata bunda. Luar biasa. Begitu sampai aku merasa tidak seperti di bandara. Aku merasa seperti di mall atau di tempat wisata. Begitu datang kami langsung di sambut dengan banyak games, pijat refleksi sekaligus spa, promosi budaya dan taman-taman yang menurutku luar biasa jika dapat terawat dengan baik di sebuah bandara yang tertutup. Dan yang paling menarik perhatian adalah layanan internet gratis bertebaran dimana-mana. Sedikit menyinggung tentang fasilitas umum, maka fasilitas di Changi airport aku beri acungan jempol. Kamar kecil yang sangaaaat bersih. Masuk kamar kecil seperti masuk ke dalam taman dengan banyak cermin di sekelilingmu. Aku rasa sebutan kamar kecil tidak cocok untuk kamar mandi semewah itu. Fasilitas lain yang luar biasa terawat adalah mushola. Sangat harum, rapi dan bersih. Sungguh berbeda dengan di Indonesia. Mereka bahkan memiliki ruang meditasi bergaya hutan bambu sebagai fasilitas ibadah.
Kami terus meng-explore terminal tiga. Semakin kami jelajahi semakin terpesona. Fasilitas dan pelayanannya membuat kami tidak sadar telah menjelajahi sepanjang malam sampai pagi menjelang. Kenangan yang tak terlupakan di Changi airport. Serpihan puzzle yang indah dalam perjalanan kami menuju negeri paman sam. Akhirnya seusai subuh kami melanjutkan perjalanan kami ke Hongkong menggunakan American airlines.
No comments:
Post a Comment